Pulau yang Bisa Anda Lihat Tapi Tak Pernah Dijangkau
Di suatu tempat di lautan timur, diselimuti kabut abadi, terdapat sebuah pulau di mana tidak ada yang menjadi tua, tidak ada yang sakit, dan bangunannya terbuat dari emas dan giok. Ini adalah Penglai (蓬莱 Pénglái), tujuan mitis yang paling terkenal dalam mitologi Tiongkok — sebuah surga yang dijanjikan oleh para pelaut telah mereka lihat di cakrawala tetapi tidak pernah bisa dijangkau, tidak peduli seberapa lama mereka berlayar.
Shanhaijing (山海经 Shānhǎi Jīng) dan teks-teks pendukungnya menggambarkan tidak hanya Penglai tetapi juga seluruh kepulauan pulau immortal: Fangzhang (方丈 Fāngzhàng), Yingzhou (瀛洲 Yíngzhōu), Daiyu (岱舆 Dàiyú), dan Yuanqiao (员峤 Yuánqiáo). Lima pulau ini (kemudian diringkas menjadi tiga dalam sebagian besar cerita) mengapung di permukaan lautan, dibawa oleh kura-kura raksasa, terus melayang di luar jangkauan pelaut fana.
Geografi Surga
Deskripsi tentang Penglai sangat spesifik untuk sebuah tempat yang tidak ada. Istana pulau ini terbuat dari emas dan batu permata. Pepohonan di sana menghasilkan mutiara, bukan buah. Hewan-hewan di sana berwarna putih murni — rusa putih, rubah putih, bangau putih. Ramuan keabadian (不死药 bùsǐyào) tumbuh liar di lereng-lereng bukitnya, tersedia untuk siapa saja yang berjalan melalui tamannya.
Para immortal (仙人 xiānrén) yang mendiami Penglai telah mencapai transendensi melalui pengembangan spiritual — mereka bisa terbang, mereka tidak makan biji-bijian (praktik Daois yang disebut bigu 辟谷), dan tubuh mereka se ringan udara. Mereka menghabiskan hari-hari mereka dalam kegiatan santai: bermain catur, mendiskusikan filosofi, dan menaiki bangau melalui awan.
Ini bukan surga pejuang yang tangguh seperti Valhalla Nordik atau kehidupan setelah mati yang damai di Padang Bambu Mesir. Penglai adalah surga bagi para cendekiawan — tempat di mana kehidupan ideal terdiri dari rangsangan intelektual, keindahan estetik, dan waktu yang tak terbatas. Itu adalah surga dari sebuah peradaban yang menghargai pembelajaran di atas peperangan.
Obsesi Sang Kaisar
Penglai menjadi salah satu mitos yang paling berpengaruh dalam sejarah politik Tiongkok ketika para kaisar menerimanya secara harfiah. Qin Shi Huang (秦始皇 Qín Shǐhuáng), Kaisar Pertama, mengirimkan beberapa ekspedisi angkatan laut untuk menemukan pulau tersebut, didorong oleh ketakutannya akan kematian dan keyakinannya bahwa ramuan keabadian itu nyata.
Ekspedisi paling terkenal dipimpin oleh Xu Fu (徐福 Xú Fú), seorang alkemis yang meyakinkan kaisar untuk membiayai perjalanan besar dengan ribuan pemuda dan pemudi, ratusan pengrajin, dan persediaan untuk perjalanan yang panjang. Xu Fu berlayar ke timur dan tidak pernah kembali. Beberapa sejarawan percaya bahwa ia mencapai Jepang; yang lain berpikir ia hanya terus berlayar daripada kembali dengan tangan hampa kepada kaisar yang mengeksekusi orang karena kegagalan yang lebih kecil.
Kaisar Wu dari Han (汉武帝 Hàn Wǔdì), dua abad kemudian, juga terobsesi. Ia membangun sebuah pulau buatan di danau istananya yang dirancang untuk menyerupai penampilan Penglai — praktik yang akan mempengaruhi desain taman Tiongkok selama dua ribu tahun ke depan. Tradisi menempatkan batu atau pulau di tengah danau buatan dalam konteks Tiongkok