Kebanyakan orang berkenalan dengan wuxia melalui film — seorang pendekar melompati atap rumah, memantulkan anak panah di tengah terbang, dan menghilang ke dalam hutan bambu. Ini terlihat seperti murni fantasi. Namun, genre ini tidak lahir begitu saja. Fiksi wuxia berakar pada lebih dari dua ribu tahun sejarah Tiongkok, dan garis antara fakta sejarah dan kreasi sastra jauh lebih kabur daripada yang Anda duga.
Youxia: Vigilante Asli Tiongkok
Sebelum ada novel wuxia, ada youxia (游侠, yóuxiá) — ksatria pengembara yang beroperasi di luar hukum. Sejarawan Sima Qian (司马迁, Sīmǎ Qiān) menghabiskan satu bab penuh dalam Catatan Sejarawan Besar (史记, Shǐjì) untuk menggambarkan tokoh-tokoh ini, menulis sekitar 94 SM. Dia tidak mempert romanticize mereka. Dia mendokumentasikan fenomena sosial yang oleh pemerintah Dinasti Han dianggap sebagai ancaman nyata.
Sima Qian menggambarkan pria seperti Guo Jie (郭解, Guō Jiě) — bukan karakter fiksi, tetapi orang nyata yang memiliki loyalitas begitu besar di kalangan rakyat biasa sehingga sang raja memerintahkan eksekusinya. Guo Jie menyelesaikan perselisihan, melindungi yang lemah, dan tidak pernah membual tentang perbuatannya. Terdengar Familiar? Itu karena setiap pahlawan wuxia yang pernah Anda baca tentang mereka, pada suatu sisi, adalah keturunan Guo Jie.
Para youxia bukanlah biksu atau tentara. Mereka adalah pekerja lepas — terkadang bangsawan, terkadang kriminal, selalu beroperasi di ruang abu-abu antara hukum kekaisaran dan keadilan pribadi. Cendekiawan Konfusian Han Fei (韩非, Hán Fēi) membenci mereka, menulis bahwa "xia menggunakan kekuatan militer untuk melanggar hukum" (侠以武犯禁). Ketegangan ini — antara otoritas negara dan kebenaran individu — adalah mesin yang menggerakkan fiksi wuxia hingga hari ini.
Periode Sejarah Kunci yang Membentuk Wuxia
| Periode | Perkembangan Kunci | Dampak pada Wuxia | |----------------------|--------------------------------------------------|-------------------------------------------------| | Negara Perang (475-221 SM) | Kebangkitan kelas youxia | Mendirikan arketipe ksatria pengembara | | Dinasti Han (206 SM-220 M) | Shiji karya Sima Qian | Akun tertulis pertama tentang tokoh xia | | Dinasti Tang (618-907) | Cerita chuanqi (传奇, chuánqí) | Fiksi pendek yang menampilkan pendekar dan pembunuh | | Dinasti Song (960-1279) | Water Margin (水浒传) | Pahlawan luar hukum sebagai protagonis | | Dinasti Ming (1368-1644) | Romance of Three Kingdoms | Persaudaraan seni bela diri diidealkan | | Era Republik (1912-1949) | Novel wuxia berseri | Genre wuxia modern lahir | | 1950an-1970an | Jin Yong, Gu Long, Liang Yusheng | Zaman keemasan sastra wuxia |Dinasti Tang: Ketika Para Pendekar Menjadi Sastra
Dinasti Tang adalah saat di mana segala sesuatu menjadi menarik bagi pecinta fiksi. Chuanqi (传奇, chuánqí, secara harfiah "cerita luar biasa") adalah cerita pendek yang mencampur pengaturan sejarah dengan elemen supernatural. Salah satu yang paling terkenal adalah The Curly-Bearded Stranger (虬髯客传, Qiúránkè Zhuàn), yang ditulis sekitar abad ke-9. Cerita ini menampilkan seorang pejuang misterius, seorang wanita cantik, dan seorang kaisar masa depan — semua bahan yang diperlukan untuk blockbuster wuxia, ditulis lebih dari seribu tahun sebelum genre tersebut memiliki nama.
Cerita Tang lainnya, Nie Yinniang (聂影娘, Niè Yǐngniáng) ...